Review DJI FlightHub 2 Pusat Kendali Armada Drone untuk Bisnis dan Instansi

2 min read

review-dji-flighthub-2-manajemen-armada-drone-enterprise (1)

Kalau kamu hanya menerbangkan drone sendirian untuk hobi atau merekam pemandangan, mungkin nama DJI FlightHub 2 belum terlalu terdengar penting. Tapi saat operasi drone sudah melibatkan puluhan unit, banyak lokasi berbeda, tim yang tersebar, dan kebutuhan mencatat setiap detail perjalanan udara mulai dari saat itu, cara kerja biasa seperti catatan di Excel, grup obrolan, atau folder penyimpanan awan biasa akan terasa sangat rapuh dan tidak memadai.

DJI FlightHub 2 hadir bukan sekadar sebagai alat melihat gambar dari udara, melainkan sebuah platform operasi lengkap yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis, instansi pemerintah, keamanan, hingga perusahaan utilitas. Berikut ulasan mendalam apa saja yang ditawarkan, jenis pemasangan yang cocok untuk siapa, serta kelebihan dan hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan memakainya.

Bukan Sekadar Penampil Gambar

Banyak yang mengira FlightHub 2 hanya alat untuk melihat siaran langsung dari drone. Padahal fungsi aslinya jauh lebih luas: ia menyatukan segala hal yang berkaitan dengan penerbangan ke dalam satu tampilan yang teratur.

Sebagai platform berbasis awan, kemampuannya meliputi:

  • Pengendalian jarak jauh dan penyusunan rute penerbangan otomatis
  • Penjadwalan misi dan pengelolaan perangkat secara terpusat
  • Siaran langsung gambar dari banyak drone sekaligus dalam satu layar
  • Peta yang bergerak mengikuti posisi aktual pesawat
  • Kolaborasi memberi catatan langsung pada peta maupun gambar hasil rekaman
  • Pengaturan hak akses bagi setiap anggota tim
  • Koneksi sempurna dengan perangkat DJI Dock untuk operasi otomatis tanpa pilot di lokasi

Bagi tim penanggulangan bencana, satuan keamanan, atau petugas inspeksi jaringan listrik, semua fitur ini sangat berharga. Keputusan sering kali harus diambil berdasarkan apa yang terlihat secara langsung di lapangan, bukan menunggu laporan tertulis yang baru sampai berjam-jam kemudian.

Baca Juga! Kenapa DJI Avata 360 Diprediksi Jadi Drone FPV Terlaris di Indonesia 2026

Keunggulan terbesarnya adalah penyatuan alur kerja. Pilot di lapangan, pengawas operasi, analis data, hingga pimpinan bisa melihat gambaran yang sama persis dari tempat masing-masing berada. Tidak ada lagi perbedaan data atau kesalahpahaman informasi antarbagian.

Tiga Pilihan Pemasangan

Salah satu hal yang membuat FlightHub 2 menarik adalah tersedianya tiga cara penerapan yang berbeda, sehingga organisasi bisa memilih yang paling pas dengan aturan internal maupun kebutuhan teknisnya.

1. Public Cloud

Ini adalah opsi yang paling mudah dan cepat dijalankan. DJI yang mengurus segala hal mulai dari penyimpanan, pembaruan sistem, hingga cadangan data. Organisasi tinggal mendaftar dan mulai memakai layanan ini sebagai perangkat lunak siap pakai.

Data disimpan di infrastruktur awan milik DJI, termasuk server Amazon Web Services yang tersebar di Eropa dan Amerika Serikat. Seluruh informasi yang dikirim maupun yang tersimpan dilindungi sandi tingkat tinggi, dengan sertifikasi keamanan informasi ISO/IEC 27001 dan perlindungan data pribadi ISO 27701.

Namun kemudahan ini ada harganya: ruang untuk mengubah susunan sistem agak terbatas dibandingkan cara pemasangan yang lain. Meskipun masih bisa disambungkan ke sistem lain melalui antarmuka pemrograman web, organisasi yang membutuhkan penyatuan sistem yang sangat mendalam mungkin akan segera menemukan batasnya.

2. On Premises

Bagi instansi pemerintah, militer, atau perusahaan yang bergerak di bidang penting—aturan yang berlaku sering kali mewajibkan segala data operasional tidak boleh keluar dari jaringan internal sendiri. Di sinilah pilihan On Premises menjadi solusinya.

Dengan cara ini, perangkat lunak dipasang di server milik sendiri, baik yang diletakkan di ruang server kantor maupun di jaringan awan pribadi yang dikelola tim sendiri. Kamu yang menentukan siapa yang bisa masuk, bagaimana aliran data berjalan, kapan sistem diperbarui, dan di mana cadangan data disimpan.

Kelebihan lainnya adalah kebebasan mengembangkan sistem lebih jauh. Penghubung standar seperti OAuth, MQTT Bridge, dan fitur FlightHub Sync memungkinkan penyatuan dengan perangkat lunak buatan sendiri, sistem kecerdasan buatan, maupun basis data aset perusahaan. Untuk pekerjaan inspeksi jaringan listrik yang dilakukan tanpa pengawasan langsung (BVLOS), tingkat keamanan dan keterkaitan data ini sangat krusial.

Dari segi kemampuan, versi ini bisa dikembangkan hingga mampu melayani 200 perangkat yang terhubung bersamaan jika mengambil paket tambahan.

3. AIO

Ingin kendali penuh seperti On Premises tapi tidak memiliki tim teknologi informasi yang besar untuk merakit server dari nol? FlightHub 2 AIO adalah jawabannya.

Ini adalah perangkat keras yang sudah terisi sistem FlightHub 2 secara lengkap dan disetel dengan tepat dari pabrik. Beratnya sekitar 3.008 kg, dilengkapi tiga penyimpanan jenis SSD berkapasitas 2 TB satu untuk sistem utama, dua lagi untuk data yang saling menjaga keamanan lewat sistem pencerminan RAID 1.

Setiap perangkat AIO mampu melayani hingga 20 perangkat drone dan Dock sekaligus. Angka ini memang lebih kecil dibanding versi On Premises penuh, tapi sudah sangat cukup untuk pos komando darurat, tim inspeksi keliling, atau kantor lapangan yang sering berpindah tempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *